(Apasih author gaje) hhhoo....
Dan sekali lagi ini, ini cerita
tentang yunjae...
Dan ini ff yaoi ku yang pertama
dan oneshoot,
Disini aku hanya ingin buat ff yg
ringan2 aja, gak mw berat2, hanya sebuah cerita seorang jaejoong yang sangat
mengagumi Yunnie nya.
Semoga kalian suka ne...
Happy
reading ^o^
Cast : Yunjae and Junsu.
Rate : T
Genre : Drama, Romance,
Warning : Yaoi, typo dimana-mana,
alur berantakan.
Momen yang tak terlupakan, Memandangmu
“Joongie............” terdengar
suara lengkingan lumba-lumba dari tempat tak jauh Jaejoong duduk. Seorang pria
imut sedang berjalan menujunya sambil melambaikan tangan kearah nya.
“Jae, sedang apa eoh? Kenapa belum
pulang? Bukannya kuliah mu telah selesai dari tadi siang?” tanya pria imut tadi
yang bernama Kim Junsu sambil mendudukkan dirinya disamping Jaejoong. Jaejoong
yang ditanya, hanya tersenyum sekilas kearah Junsu dan kembali mengedarkan
pandangannya ke segala penjuru kampus seperti mencari seseorang.
Dan senyum merekahnya langsung
menghias wajahnya tatkala ia berhasil menemukan seseorang yang sedang dicarinya
sedari tadi. Seseorang yang kini sedang mengayuh sepedanya, meninggalkan
kampus.
“Ck, dia lagi eoh? Sampai kapan
kau hanya memandanginya Jae... hampirilah dia, jangan hanya memandangnya dari
jauh saja” gerutu Junsu. Tapi yang dimarahi hanya tersenyum saja menanggapi
perkataan sahabatnya sejak kecil itu sambil terus memandangin punggung orang
itu. Orang yang telah mencuri hatinya.
“Bukankah dia sangat tampan,
Su-ie?” tanya Jaejong sambil tetap menatap kepergian orang itu walau orang itu
sudah hampir tak terlihat lagi.
“hah...ia Jae. Dia sangat tampan.
Jung Yunho itu sangat tampan. Tapi.... itu bagimu, tidak bagiku” tegas Junsu.
Hhhahaaha...... Jaejoong yang
mendengar sindiran langsung sahabatnya itu langsung tertawa. Hah...sepertinya
sekarang Jaejoong pikir dirinya benar-benar gila akan si Jung itu.
“hhha.. sudahlah Su-ie, kau sudah
selesai kan. Kajja, kita pulang.” Ajak Jaejoong.
“huh...kau ini, giliran Jung itu
telah pulang baru kau mengajakku pulang.” Dengus Junsu. Jaejoong hanya bisa
tersenyum menanggapi gerutuan sahabatnya itu dan segera berjalan bersama sambil
merangkul sahabatnya itu.
;
;
;
Kelas kalkulus.
“Jae, sampai kapan mau
dipandangi? Ajak ngobrol dong” ucap Junsu, ketika mendapati kembali Jaejoong
yang hanya menatap Yunho dari jauh ketika di kelas.
“Huft...aku tidak berani
Junsu-ie. Aku terlalu gugup. Lagi pula dia sangat sempurna, baik, tampan, dan
pintar. Dia juga selalu dikelilingi oleh para yeoja dan uke yang lebih sempurna
dariku. Para yeoja dan uku yang penampilannya keren serta pintar juga. Aku
sendiri tidak yakin, apakah dia menyadari keberadaanku selama kami sekelas
selama hampir setahun ini” lirih Jaejoong
“Minta diajari kalkulus mungkin?”
saran Junsu. “Bukannya dia pintar Jae? Nilainya kulihat selalu diatas
rata-rata, tidak seperti....” perkataan Junsu menggantung sambil melirik ke
arah kirinya, Jaejoong.
“Apa? Kau mau menyindirku Su-ie,
karena nilaiku dibawah rata-rata begitu” marah jaejoong.
“hhha, aku tidak berkata seperti
itu, aigoo jae kau sungguh sensitif sekali”
“Huh, biarin” dengus Jaejoong
sambil mempoutkan bibir cherry nya dan membuang mukanya dari Junsu.
“hhha..aigoo mian-mian. Jangan
marah ne” rayu Junsu.
“Jae...jae...masih marah eoh?”
tanya junsu. “keunde..jangan berkecil hati Joongie, kau juga sempurna. Walaupun
kau suka ceroboh, berpenampilan simple dan bodoh hha, tapi kau juga pria yang
baik jae.. kau punya caramu sendiri agar terlihat sempurna. Inner beuty mu tak
kalah jauh dari mereka” jelas Junsu.
“Su-ie...” lirih Jaejoong sambil
memperlihatkan puppy eyesnya ke Junsu. “Kau memang sahabat terbaikku Su-ie”
girang Jaejoong dan kini telah memeluk Junsu disampingnya.
“Aigoo...Joongie kita ini sungguh
kekanakan sekali” ucap Junsu sambil mengusap-ngusap lengan Jaejoong yang sedang
memeluknya.
;
;
Kedai es krim
“Hmmm...mashita” pekik Jaejoong
yang kini tengah menikmati es krim vanilla nya.
“Sudah senang eoh? Tidak sedih lagi”
sindir Junsu.
“hhhe... terimakasih Su-ie”
senyum lima jari Jaejoong.
“Ck, kau ini” sebal Junsu.
Flasback on
Kelas Kalkulus yang diikuti
Jaejoong dan Junsu telah usai. Ketika mereka hendak keluar, Junsu yang bertanya
ingin makan apa istirahat siang ini kepada Jaejoong sambil berjalan didepan
jaejoong berhenti, ketika yang ditanya tak menjawab pertanyaannya. Junsu pun
membalikkan badannya dan melihat Jaejoong yang menatap sendu kedepan. Junsu pun
mengikuti arah pandang Jaejoong dan mendapati bahwa Yunho, pria yang dikagumi
Jaejoong sedang mengobrol dengan seorang yeoja, dimana yeoja itu bergelayut
manja di lengan Yunho.
Junsu pun mendengus melihat
pemandangan didepannya, ia segera menarik jaejoong menjauh. Dan disinilah
mereka berakhir, di kedai es krim untuk mengembalikan mood jaejoong.
Flashback off
“OMO...Su-ie...Lihat-lihat... itu
Yunnie.. Yunnie sedang naik sepeda...Wah...tampannya ia dibawah sinar mentari
seperti itu”histeris Jaejoong.
“Tsk, tadi kau sedih dan sekarang
sebegitu senangnya melihat Yunho. Dasar kau ini..” gerutu Junsu yang tak
habis
pikir dengan mood swing Jaejoong.
“hhhihi...” ringis jaejoong
sambil tetap menatap Yunnie nya.
“hah...kurasa lama-lama aku bisa
gila didekatmu Jae”
;
;
;
Saturday..
“joongie, joongie, minggu pagi besok
kita ikut acara Green day di kampus ya. Ok, ok?” ajak junsu yang tengah
menghampiri sahabatnya di flatnya.
“Tidak mau ah Su-ie, besok kan
hari malas Joongie”
“Ish, kau ini pemalas sekali.
Pokoknya kau besok harus ikut ne. Dan tidak ada bantahan. Aku yakin kau tidak
akan menyesal. Kujamin.” Tegas Junsu.
;
;
Esok pagi, Sunday Morning.
“hooaam... su-ie..jadi kita harus
bersepeda sepagi ini.. kau mengganggu waktu tidurku”
“demi tuhan Jae, ini sudah jam 7
pagi.. jadi bersemangatlah, arra..”
“ne..ne...” malas Jaejoong.
“hha, daripada kau bosan begitu,
bagaimana kalau kita selfie Jae.” ajak Junsu.
“terserah kau sajalah, Su-ie...”
“nah ayo senyum, hana, dul set..”
Klik..
“wah fotonya bagus Jae” senang
Junsu.
“Hmm..” dan hanya dibalaskan
gumaman oleh Jaejoong.
Saat ini para peserta green day
sedang bersiap-siap dengan sepedanya masing-masing, ketika itu tiba-tiba
Jaejoong berteriak cukup nyaring.
“Omo, su-ie.. itu Yunho? Benarkah
itu Yunho?” tanya Jaejoong tak percaya.
“Hha, iya benar. Jadi bagaiman,
kau tidak menyesalkan? Tanya Junsu balik.
“Kyaa...su-ie...gomawo...” riang
Jaejoong sambil memeluk junsu.
“Ne..ne.. kalau begitu, ayo kita
bersepeda bersamanya” ajak Junsu.
“NE............” teriak Jaejoong
antusias.
Selama acara bersepeda itu
berlangsung, senyum tak pernah hilang dari wajah jaejoong. Sepanjang perjalanan
ia terus menatap yunho yang tak jauh bersepeda darinya. Yunho yang tampan
pikirnya. Hah...senyum nya dapat membuat Jaejoong melting. Tak terasa sudah 2
jam acara itu telah berlangsung, jaejoong yang puas melihat yunho kini sedang
bersepeda santai bersama Junsu dan para peserta lainnya. Tapi tiba-tiba rantai
sepeda junsu terlepas dari grill nya.
Sreet...
Bugh...
“Omo, su-ie, gwenchana?” panik
Jaejoong menghampiri Junsu yang terjatuh didepannya.
“Hmm, baik Jae. Hah..tapi
sepertinya rantai sepeda ku terlepas. Bagaimana ini?”
“Aku juga tidak mengerti cara
memperbaikinya su-ie. Dan...disekitar kita tidak ada peserta yang lainnya
lagi.” Jelas Jaejoong sambil menengok kekiri dan kekanan.
“Permisi, ada yang bisa kubantu?”
tanya seseorang.
Suara bass ini.. Jaejoong sangat
mengenal suara bass ini. Suara seseorang yang sangat dikaguminya. Suara Yun-
“Oh, Yunho-ssi” kaget Junsu
menengok kebelakangnya.
-ho
Jaejoong pun ikut menengok
kebelakang. Dan Gotcha.. itu benar Yunho. Yunho yang selalu ia lihat dari
kejauhan dan kini tepat didepannya, sangat dekat. Jaejoong pun membeku ditempat melihat yunho
dalam jarak sedekat ini.
“Oh, Junsu-ssi. Sepertinya rantai
sepeda mu terlepas, mari kuperbaiki” tawar Yunho yang kini telah turun dari
sepedanya. Dan berjongkok didepan sepeda Junsu. Junsu pun segera menyingkir.
Jaejoong pun masih membatu di tempat, mata nya mengerjap-ngerjap beberapa kali
melihat Yunho yang kni telah berjongkok disampingnya.
‘Oh God, dia sungguh tampan jika dilihat
sedekat ini. Wangi mint nya, bibir hati nya, mata musangnya, dan rahangnya yang
tegas. Gosh, aku bisa gila, lama-lama’ batin Jaejoong.
Jaejoong pun segera tersadar
berdiri. Ia pun bergegas menuju sepedanya.
“Hmm.. su-ie...hmm... joongie
duluan ne...joongie...joongie haus..” gugup Jaejoong yang langsung mengayuh
sepedanya dengan kecepatan tinggi.
“Eh?? Joongie...mau kemana?
Tunggu aku...” teriak junsu. “Ish, pabboya... kenapa dia kabur, ini kan moment
bagus” gumam junsu.
Yunho pun mengerjap-ngerjapkan
mata nya heran melihat tingkah imut Jaejoong dan terdapat senyum tipis
diwajahnya yang tak dapat dilihat junsu.
“kau bilang apa Junsu-ssi?” tanya
yunho
“Eh, ani..”
“kalau begitu, jja Junsu-ssi,
sepedamu telah benar. Sebaiknya kau segera menyusul temanmu” ucap Yunho.
“oh, terimakasih Yunho-ssi. Kalau
begitu aku permisi dulu” pamit Junsu menaiki sepedanya dan segera menyusul
jaejoong.
“Ish, akan aku pukul kepala nya
ketika sampai di flat nanti” monolog Junsu sambil mengkayuh sepedanya.
Membayangkan kebodohan Jaejoong.
“Joongie... Jaejoongie...” gumam
seseorang.
;
;
;
Beberapa bulan kemudian,
perpisahan..
“jae..kau yakin tidak ingin
mengobrol dengan Yunho, walau hanya sekali?” tanya Junsu.
Kini mereka tengah menghadiri
acara perpisahan kelas mereka. Sudah setahun mereka belajar bersama,
menyetarakan ilmu mereka di tingkat pertama Tone University. Dan semester depan
mereka telah masuk ke jurusan masing-masing. Jaejoong dan junsu jurusan design
dan yunho jurusan teknik.
“Hem, tidak su-ie.. saat ini aku hanya
ingin memandanginya untuk terakhir kalinya. Mungkin tahun depan aku akan sangat
jarang bertemu dengannya. Aku sudah cukup senang dengan begini” balas Jaejoong.
“hah... yasudah lah terserah kau
saja” pasrah Junsu.
;
;
‘Iya, hanya memandangmu saja
sudah membuatku senang. Terlebih lagi
saat itu, saat kau memperbaiki sepeda junsu,. Wajahmu benar-benar tampan ketika
dilihat sanagt dekat. Tak terasa sudah setahun, dirimu yang pintar, ramah, cara
mu tertawa, kau yang selalu duduk didepan, caramu bicara, aku puas melihatnya.
Pria yang selalu menaiki sepedanya. Jung Yunho, saranghae’
End
bagaimana? bagaimana??
hhe, ff gaje malam2 begini.
ini ceritanya dari segi Jaejoong, ada yang mau dari segi yunho kah???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar